Aku bertahan,aku menyerah, dan akhirnya kurelakan

Unknown 19.52 |

Mencoba diriku bertahan dikala masalah datang,kupercaya ini hanyalah masalah waktu. Aku percaya ini akan menjadi baik lagi. Aku percaya ini hanyalah emosi sesaat,aku percaya dia sudah dewasa bisa .aku percaya...aku percaya...aku percaya. Aku sangat percaya kepadanya. Apa itu salah ?
Hari demi hari berlalu,ku mengharapkan sekali, terjadi perubahan baik sekalipun itu hanya sedikit. Tetapi yang aku dapatkan hanyalah aku yang semakin tersiksa dan semakin tersiksa. Tetapi mungkin itu hanya diawal nanti juga segera berakhir...pikirku seperti itu ?. ayo terus bertahan...semangatku masih bergelora walau menahan sakit di hati ini.
Mungkin ibarat batu yang habis terkikis dengan jatuhan rintik air,hatiku seperti itu terus menerus merasakan sakit maka hati ini untuknya pun semakin terkikis. Sampai akhirnya aku berpikir apakah aku harus menyerah sekarang. Apakah itu akan membuatnya bahagia atau sedih ?. tidak lain dan tidak bukan semua yang kulakukan selalu ingin membuatmu bahagia di situasi sulit sekalipun. Meski harus ku tahan semua rasa sakit ini kulakukan semua itu karena AKU SAYANG DIA.
Berfikirku disetiap malam yang kulewati hinga pagi menjelang. Hanya ingin menenangkan hati dan pikiran ini yang selalu tertuju kepadanya. Aku sadar aku sudah tidak mampu menahan semua rasa sakit ini. Tetapi aku masih sangat ragu tentang keputusan yang akan kuambil untuk hubunganku denganya. Aku masih sempat berfikir tentangnya...apakah aku sudah membuatnya bahagia disaat aku bersama dia ?. apakah dia bisa bahagia tanpa aku ?. tetapi semua itu terjawab....aku perhatikan semua tentangnya kucari informasi,berita,kabar tentangnya...dan aku menemukan bahwa yang terpenting ia bisa bahagia tanpa aku, itu membuatku lega. Walau sesungguhnya melihatnya bahagia dengan orang lain sangat menyakitkan buatku...dalam hati ini berkata HARUSNYA AKULAH ORANGNYA YANG MEMBUATMU BAHAGIA. Keinginan yang sangat naif untuk seseorang sepertiku yang bukan siapa-siapanya lagi. Tetapi inilah resiko yang harus aku tanggung. Kurasa sepadan untuk diriku dan semoga untuknya juga.
Kuberanikan diri ungkapkan apa yang kurasa,aku tak mw bertele-tele lagi,aku tidak mau terbawa emosi,aku tidak mw keputusan ini menjadi tidak menyakinkan untuknya dan untukku. Ternyata memang sanagat sulit mengungkapkan apa yang kurasa,aku hanya berani bermain kata yang menandkan bahwa ini sudah berakhir. Itu juga aku lakukan agar itu tak menjadi keputusanku sendiri. tetapi setelah kuungkapkan dia hanya merespon sangat cuek. Seolah-olah ini tidak penting karena ini yang dia harapakan dari dulu..AKU AKHIRNYA PUTUS.....mungkin seperti itu dia saat itu. Tetapi biarlah yang terpenting buatku aku sudah mengupkannya dan ia hanya merespon seperti itu. Huuuhhhh entah pa perasaanku saat itu rasanya seperti ada bagian yang hilang dariku tetapi hati ini lebih tenang,kemudian diikuti rasa sedih,campur aduk sehingga aku sendiri merasa bingung aku ini merasakan apa sih ?. dan akhirnya semua telah terjadi dan harus aku relakan dirinya yang telah ada dihati ini. Semoga ini yang terbaik untukku dan dirinya.
Untuk wanita yang sangat kuhargai dan kuhormati...raga dan kata ini berpisah untukkmu tetapi hati ini akan selalu tertuju padamu.

0 komentar:

Posting Komentar