Slide 1 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 2 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 3 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 4 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 5 Title Here

Your Description Here..................................

Unknown 20.13 |


Read More

Aku bertahan,aku menyerah, dan akhirnya kurelakan

Unknown 19.52 |

Mencoba diriku bertahan dikala masalah datang,kupercaya ini hanyalah masalah waktu. Aku percaya ini akan menjadi baik lagi. Aku percaya ini hanyalah emosi sesaat,aku percaya dia sudah dewasa bisa .aku percaya...aku percaya...aku percaya. Aku sangat percaya kepadanya. Apa itu salah ?
Hari demi hari berlalu,ku mengharapkan sekali, terjadi perubahan baik sekalipun itu hanya sedikit. Tetapi yang aku dapatkan hanyalah aku yang semakin tersiksa dan semakin tersiksa. Tetapi mungkin itu hanya diawal nanti juga segera berakhir...pikirku seperti itu ?. ayo terus bertahan...semangatku masih bergelora walau menahan sakit di hati ini.
Mungkin ibarat batu yang habis terkikis dengan jatuhan rintik air,hatiku seperti itu terus menerus merasakan sakit maka hati ini untuknya pun semakin terkikis. Sampai akhirnya aku berpikir apakah aku harus menyerah sekarang. Apakah itu akan membuatnya bahagia atau sedih ?. tidak lain dan tidak bukan semua yang kulakukan selalu ingin membuatmu bahagia di situasi sulit sekalipun. Meski harus ku tahan semua rasa sakit ini kulakukan semua itu karena AKU SAYANG DIA.
Berfikirku disetiap malam yang kulewati hinga pagi menjelang. Hanya ingin menenangkan hati dan pikiran ini yang selalu tertuju kepadanya. Aku sadar aku sudah tidak mampu menahan semua rasa sakit ini. Tetapi aku masih sangat ragu tentang keputusan yang akan kuambil untuk hubunganku denganya. Aku masih sempat berfikir tentangnya...apakah aku sudah membuatnya bahagia disaat aku bersama dia ?. apakah dia bisa bahagia tanpa aku ?. tetapi semua itu terjawab....aku perhatikan semua tentangnya kucari informasi,berita,kabar tentangnya...dan aku menemukan bahwa yang terpenting ia bisa bahagia tanpa aku, itu membuatku lega. Walau sesungguhnya melihatnya bahagia dengan orang lain sangat menyakitkan buatku...dalam hati ini berkata HARUSNYA AKULAH ORANGNYA YANG MEMBUATMU BAHAGIA. Keinginan yang sangat naif untuk seseorang sepertiku yang bukan siapa-siapanya lagi. Tetapi inilah resiko yang harus aku tanggung. Kurasa sepadan untuk diriku dan semoga untuknya juga.
Kuberanikan diri ungkapkan apa yang kurasa,aku tak mw bertele-tele lagi,aku tidak mau terbawa emosi,aku tidak mw keputusan ini menjadi tidak menyakinkan untuknya dan untukku. Ternyata memang sanagat sulit mengungkapkan apa yang kurasa,aku hanya berani bermain kata yang menandkan bahwa ini sudah berakhir. Itu juga aku lakukan agar itu tak menjadi keputusanku sendiri. tetapi setelah kuungkapkan dia hanya merespon sangat cuek. Seolah-olah ini tidak penting karena ini yang dia harapakan dari dulu..AKU AKHIRNYA PUTUS.....mungkin seperti itu dia saat itu. Tetapi biarlah yang terpenting buatku aku sudah mengupkannya dan ia hanya merespon seperti itu. Huuuhhhh entah pa perasaanku saat itu rasanya seperti ada bagian yang hilang dariku tetapi hati ini lebih tenang,kemudian diikuti rasa sedih,campur aduk sehingga aku sendiri merasa bingung aku ini merasakan apa sih ?. dan akhirnya semua telah terjadi dan harus aku relakan dirinya yang telah ada dihati ini. Semoga ini yang terbaik untukku dan dirinya.
Untuk wanita yang sangat kuhargai dan kuhormati...raga dan kata ini berpisah untukkmu tetapi hati ini akan selalu tertuju padamu.
Read More

TAK SEPERTI DULU LAGI CINTA

Unknown 09.23 |

Kamu bilang aku tak seperti dulu lagi,orang yang telah lama kamu kenal. Akupun sama merasa bahwa kamu bukanlah orang yang kukenal dulu. Ini bukanlah tentang menerima seseorang apa adanya, mengatakan aku ingin kamu seperti dulu karena itu yang membuat kita bahagia. Aku bahagia dengan semua yang kuingat tentang kamu dulu. Cara kamu menenangkan hati ini saat emosi,cara kamu menarik perhatianku,sentuhanmu yang lembut, Berpikir bersama saat akan melakukan sesuatu,dan banyak lagi. Kamu harus tahu,dulu kita bisa seperti itu!! Kenapa sekarang tidak ?
Aku tak mungkin merubah kamu seperti yang kuinginkan. Kamu bukanlah tanah liat yang bisa dibentuk-bentuk. Cuma kamu yang bisa merubah apa yang menurut kamu baik untuk kita. kamu adalah orang yang aku anggap wanita yang sangat tegar,kuat,dan dewasa tentunya.
kita tentunya sama-sama tahu bahwa waktu untuk kita itu haruslah kita sendiri yang membuatnya. Tak peduli ada waktu sebanyak apapun tak peduli ada waktu sedikit apapun itu semua hanyalah soal membagi waktu. Bagiku waktu bukanlah halangan yang berarti untuk sesuatu yang membuat kita bahagia. Membagi waktu bukan berarti harus egois mengedepankan soal kita saja. Tetapi membagi waktu itu adalah memilih waktu yang tepat untuk kita bersama tanpa harus yang dikorban dan membuat hal-hal disekeliling kita malah menjadi buruk. Tentunya hal ini mungkin kadang tidak berlaku jika menyangkut soal cinta. Jarak,waktu,uang,seluruh jiwa dan raga ini akan selalu ada untuk sesuatu yang kita sebut dengan cinta.
Read More

Buatlah Waktu Itu Ada jangan menunggu Waktu nanti Akan ada

Unknown 08.34 |

banyak orang berpikir,mencari waktu yang tepat nanti untuk kita. takkan akan ada waktu untuk kita jika menunggu nanti yang ada hanyalah penyesalan. buatlah waktu yang sedikit sekalipun tetapi dengan waktu yang sedikit kamu dapat bersamanya walau sekejap. ketika kita mulai bisa membuat waktu untuk kita takkkan ada kata nanti...akan selalu ada waktu untuk kita bersama. sedetik bertemu dengan berpisah 1000 tahun akan terasa sangat berarti ketimbang harus menungu waktu nanti yang tak akan pernah kita ketahi kapan kah wajtu itu akan datang...

untuk semua orang yang ingin bersama orang yang dicintainya...ayo kita buat waktu kita sendiri. jangan katakan nanti untuk selamanya.....
Read More

sekilas info

Unknown 07.12 |

Autism merupakan kondisi yang ditandai oleh gangguan interaksi sosial dan komunikasi, baik verbal dan nonverbal, sering dikaitkan dengan gangguan perilaku kognitif dan defisit. Pada anak-anak biasa disebut dengan Autis infantil.

Insiden autisme cenderung meningkat akhir-akhir ini. Banyak penelitian sedang dilakukan untuk lebih memahami penyebab gangguan ini dan untuk menemukan perawatan yang lebih baik.

Penyebab Autisme

Autisme adalah cacat neurodevelopmental yang disebabkan berbagai faktor. Tidak ada tes laboratorium yang pasti yang bisa memastikan ada atau tidak adanya autisme pada seseorang. Diagnosis dibuat berdasarkan profil neurodevelopmental, ditetapkan oleh keberadaan gejala-gejala dan perilaku tertentu.

Dengan berubahnya kriteria diagnostik selama lima belas tahun terakhir, kini banyak bermunculan varian autisme yang lebih ringan, dan merupakan jenis autism yang semakin meningkat jumlahnya saat ini.
Sekitar 10 persen hingga 15 persen dari anak-anak autis memiliki kelainan genetik atau gangguan medis. Tuberous sclerosis, sindrom Fragile X, dan gangguan metabolisme tertentu adalah beberapa contoh. Ini biasanya terjadi pada anak-anak kebanyakan, namun penyebabnya tidak diketahui. Sejumlah gen telah diidentifikasi memiliki hubungan dengan autisme, tapi tes diagnostik belum tersedia secara luas. Berbagai perubahan anatomis spesifik terlihat dalam otak beberapa anak dengan autisme, tetapi faktor yang menyebabkan perubahan ini terjadi tidak diketahui.

Faktor-faktor lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan otak sebelum kelahiran bayi, tetapi masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan ini dan hal lainnya yang mungkin berhubungan dengan penyebab autisme.

Tanda-tanda autisme:

* Penyandang autisme hidup di dunianya sendiri dan bersifat sangat cuek.
* Dia sulit berkomunikasi kepada orang lain dan berhubungan dengan dunia "luar".
* Terkadang ada perilaku agresif / merusak dan / atau perilaku memutilasikan diri.
* Gerakan tubuh yang berulang-ulang (goyang-goyang, tangan dikepak-kepak).
* Reaksi yg aneh terhadap orang-orang.
* Berhubungan erat pada benda/objek tertentu.
* Melawan perubahan pada aktifitas rutin.
* Sangat peka terhadap stimulasi tertentu sekaligus mengabaikan stimulasi yang lain.


Pengaruh Orang Tua Terhadap Kejadian Autis Anak

Pada tahun 1940-an, para dokter menduga bahwa autisme yang terjadi pada anak-anak disebabkan oleh orangtua "dingin" dan tidak mengurus anaknya. Penelitian saat ini tidak lagi mendukung teori itu. Konsensus di kalangan para peneliti adalah bahwa autisme disebabkan oleh interaksi faktor neurobiologic kompleks, yang melibatkan satu atau lebih gen dan gaya pengasuhan yang tidak memberikan kontribusi terhadap perkembangan autisme.

Perkembangan otak janin dipengaruhi oleh berbagai kondisi, termasuk alkohol, narkoba, dan kebiasaan merokok para orang tua. Dua obat, jika diminum selama kehamilan, telah dihubungkan dengan autisme: asam thalidomide dan valproat. Infeksi ibu selama kehamilan, seperti rubella, juga dapat menyebabkan autisme.

Otak berkembang sangat sensitif selama delapan minggu pertama, bahkan sebelum kehamilannya terdiagnosis. Ada kemungkinan bahwa risiko selama jangka waktu tersebut dapat mempengaruhi perkembangan otak sampai batas tertentu, tetapi tidak ada faktor-faktor lain lingkungan definitif telah diidentifikasi.

Hubungan Autisme dengan Imunisasi

Beberapa penelitian ilmiah telah mengungkapkan ada bukti yang mendukung hubungan antara autisme dan imunisasi (seperti imunisasi terhadap campak, gondok, dan rubella [MMR]) atau thimerosal (bahan pengawet vaksin yang mengandung etil merkuri).

Kabar seperti ini telah banyak dijumpai di berbagai media massa, namun fakta ilmiah telah gagal untuk mendukung klaim itu. Selain itu, penggunaan thimerosal sebagai pengawet vaksin dihentikan beberapa tahun lalu, menghilangkan masalah ini sebagai alasan untuk tidak vaksinasi.

Test Diagnostik

Beberapa jenis tes dapat dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh. Penilaian perkembangan komprehensif, mengukur bahasa anak, motorik, kognitif dan keterampilan adaptif harus dilakukan pada semua anak yang diduga menderita autis. Tes yang didesain khusus juga digunakan sebagai bagian dari evaluasi. Selanjutnya uji diagnostik medis dapat diindikasikan berdasarkan temuan dari sejarah dan pemeriksaan fisik. Tes-tes ini termasuk tes darah untuk kelainan genetik dan metabolik yang spesifik, elektroensefalogram (EEG), atau MRI scan.

Untuk memeriksa apakah seorang anak menderita autis atau tidak, digunakan standar internasional tentang autis. ICD-10 (InternationalClassification of Diseases) 1993 dan DSM-IV (Diagnostic andStatistical Manual) 1994 merumuskan kriteria diagnosis untuk Autis Infantil yang isinya sama, yang saat ini dipakai di seluruh dunia.

Kriteria tersebut adalah:

Untuk hasil diagnosa, diperlukan total 6 gejala atau lebih dari no. 1, 2, dan 3, termasuk setidaknya 2 gejala dari no. 1 dan masing-masing 1 gejala dari no. 2 dan 3.

1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik.

* Minimal harus ada dua dari gejala-gejala di bawah ini: - Tak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai. - kontak mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, gerak-gerik kurang tertuju.
* Tidak bisa bermain dengan teman sebaya. – Tak ada empati (tak dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain).
* Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional yang timbal balik.

2. Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi. Minimal harus ada satu dari gejala-gejala di bawah ini:

* Perkembangan bicara terlambat atau sama sekali tak berkembang. Anak tidak berusaha untuk berkomunikasi secara non-verbal. Bila anak bisa bicara, maka bicaranya tidak dipakai untuk berkomunikasi.
* Sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang.
* Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif, dan kurang dapat meniru.

3. Adanya suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku, minat, dan kegiatan. Minimal harus ada satu dari gejala di bawah ini:

* Mempertahankan satu minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan.
* Terpaku pada suatu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya.
* Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan diulang-ulang.
* Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.

Sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalam bidang:
a. interaksi sosial,
b. bicara dan berbahasa,
c. cara bermain yang monoton, kurang variatif.

Lima Tipe Autisme

Secara akademis, autisme ialah 1 diantara 5 Pervasive Developmental Disorders (PDD). Tetapi istilah Autisme dan Gangguan Sepktrum Autisme (ASD) sering dipakai untuk berarti semua tipe PDD. Pada semua tipe PDD / ASD ada kekurangan komunikasi dan berhubungan sosial. Banyak perbedaan dari tingkat severitasnya (ringan & berat).

1. Tipe Autisme

* Kekurangan pada interaksi sosial, komunikasi & kegiatan bermain dengan memakai imajinasi / daya khayal.
* Tanda-tanda jelas sebelum umur 3 tahun.
* Termasuk perilaku aktifitas dan cara berfikir yang ciri khas / stereotipik.

2. Tipe Gangguan Asperger

* Kesulitan dengan berinteraksi sosial serta kegiatan & yang dianggap penting / interest yang sangat terbatas.
* Tidak ada kelambatan berbahasa secara signifikan.
* Kecerdasan biasa atau lebih.

3. Tipe Gangguan Perkembangan Pervasif yang Non-Spesifik

* Terkadang disebut Autisme Atipikal.
* Diagnosa ini dipakai pada anak yang tidak mencontohi semua kriteria diagnosa PDD.
* Tetapi ada kekurangan yang berat dan berlarut-larut (pervasive) pada perilaku-perilaku tertentu.

4. Tipe Gangguan Rett

* Gangguan yang makin memburuk / progresif hanya ditemukan pada anak perempuan.
* Perkembangan pada permulaaanya normal. Lalu kehilangan kemampuan yang diraih dulu.
* Kehilangan kemampuan memakai tangan secara bertujuan. Diganti dengan gerakan yang berulang-ulang.
* Mulai diantara umur 1 & 4 tahun.

5. Gangguan Disintegratif Anak

* Perkembangan normal selama 2 tahun atau lebih.
* Kemudian kehilangan kemampuan yang dulu diperbolehkan.

Pengobatan dan Perawatan

Perawatan yang paling efektif bagi autisme adalah sebuah program yang komprehensif termasuk terapi perkembangan, pendidikan, dan perilaku. Intervensi dalam bahasa, sosial, dan pengembangan kognitif penting dalam memaksimalkan potensi perkembangan anak. Terapi bahasa, terapi perkembangan, dan / atau terapi motor bisa direkomendasikan. Pendekatan terapeutik yang berorientasi pada anak sering lebih efektif. Metode tambahan, seperti bahasa isyarat, sistem pertukaran gambar, dan alat komunikasi dapat digunakan untuk meningkatkan bahasa lisan.

Keterlibatan dalam program prasekolah khusus dianjurkan, tidak hanya untuk instruksi akademik, tetapi juga untuk sosialisasi. Sebuah kurikulum yang khusus dirancang untuk anak-anak dengan gangguan autis berfokus pada anak-anak yang memiliki kesulitan khusus dengan komunikasi, sosialisasi, perilaku, dan transisi. Pelatihan keterampilan sosial seringkali efektif dalam memfasilitasi interaksi dengan orang lain.

Intervensi perilaku melibatkan analisis perilaku masalah dan mengembangkan strategi untuk membantu anak beradaptasi dan merespon lingkungan. Analisis perilaku terapan dan model intervensi berdasarkan hubungan fokus pada menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan dan mengajarkan keterampilan yang sesuai dalam komunikasi, sosialisasi, dan belajar.

Banyak keluarga berpartisipasi dalam perawatan medis komplementer atau alternatif. Sering ada laporan bahwa: anak-anaknya secara dramatis membaik setelah pengobatan dengan terapi obat-obat tertentu atau model terapi yang dapat ditemukan dalam buku-buku, di internet, atau dari cerita orang tua lainnya. Seringkali, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini, namun karena sifat kondisi dan kurangnya perawatan spesifik untuk autis, terapi ini sering memperoleh popularitas dan kemudian memudar ketika sebuah terapi alternatif baru muncul.

Beberapa contoh perawatan ini termasuk obat antijamur, vitamin dosis tinggi, secretin, steroid, dan diet bebas laktosa. Sangat penting untuk mencari informasi selengkap-lengkapnya setiap pengobatan alternatif ini sebelum mulai diterapkan pada anak, baik bukti-bukti objektif keberhasilannya maupun mengetahui efek samping pengobatan yang mungkin ditimbulkannya.

Skreening dan Diagnosis Multispesialis

Skrining dan diagnosis dini sangat penting dalam menangani anak autis. Ada beberapa alat skrining yang tersedia yang dapat diberikan di dokter anak. Jika hasil screening positif, arahan ke pusat evaluasi menyeluruh adalah penting. Ada banyak kondisi yang dapat menampilkan profil yang sama, dan menentukan ada atau tidak adanya autisme terkadang sulit.

Sebuah evaluasi multispesialis adalah penting dalam membuat diagnosis yang pasti dari autisme. Jika pusat komprehensif tidak tersedia di wilayah Anda, konsultasi dengan dokter-dokter, ahli saraf, atau psikiater.

Sekolah

Anak-anak dengan autisme berhak atas layanan pendidikan, mungkin diperlukan sekolah khusus. Hubungi sekolah khusus, seperti sekolah luar biasa di daerah Anda untuk meminta evaluasi terhadap si anak. Setelah pengujian selesai, anda akan menerima hasil dan rekomendasi untuk layanan yang akan diterapkan pada anak.

Orangtua merupakan mitra penuh bagi sekolah. Pihak sekolah akan menulis Rencana Pendidikan Individu yang mencantumkan layanan spesifik anak Anda akan menerima dan tujuan untuk belajar. Ini mungkin termasuk layanan tambahan, seperti terapi bicara, serta penempatan kelas. Rencana tersebut akan ditinjau dan direvisi setiap tahun, atau atas permintaan jika anak Anda tidak membuat kemajuan yang diharapkan pada rencana itu. Sebuah penelaahan ulang lengkap berlangsung setiap tiga tahun.

Bantuan dan Konseling

Pusat evaluasi komprehensif akan memberikan konseling kepada orang tua, dukungan, dan sumber daya. Memahami hasil diagnosis dan mengetahui bagaimana pengaruh terapi pada masa depan anak anda merupakan hal yang sangat penting dalam penentuan langkah-langkah penanganan autisme anak. Pekerja sosial dapat membantu keluarga mencari dukungan keuangan, layanan istirahat, dan sumber daya lainnya. Berhubungan dengan keluarga lain yang memiliki anak autis juga dapat membantu menyediakan informasi berharga dan berbagi pengalaman.

Tindak Lanjut

Periode tindak lanjut ini penting dalam menilai kemajuan perkembangan anak dan mengevaluasi keberhasilan terapi. Kadang-kadang, kita perlu konsultasi dengan spesialis pediatrik lain, seperti seorang ahli saraf, ahli genetika, atau psikolog. Ketika anak anda tumbuh dan berkembang, tantangan baru mungkin timbul. Konsultasi dengan dokter anak dapat membantu menentukan tindakan apa lagi yang perlu dilakukan.

Autis memiliki kemungkinan untuk dapat disembuhkan, tergantung dari berat tidaknya gangguan yang ada.

Benarkah issu autisme dengan vaksinasi ?

Berkembangnya issu autisme sebagai efek samping dari imunisasi menyebabkan kegelisahan dan keengganan ibu untuk melakukan imunisasi tertentu pada anaknya.

Benarkah issu tersebut?

Vaksin yang baik adalah vaksin yang dapat memberikan kekebalan yang tinggi tanpa efek samping ( aman 100%) . Akan tetapi sampai saat ini belum ada vaksin yang aman 100% , dengan kata lain tidak jarang terjadi reaksi yang tidak diinginkan .

Reaksi vaksinasi tersebut berhubungan dengan vaksin atau zat yang terkandung atau penyakit lain yang di derita sebelum vaksinasi.

Penggunaan merkuri dalam vaksin, dengan tujuan sebagai bahan pengawet, menjaga kestabilan vaksin, dan juga mencegah kontaminasi vaksin yang terbuka ( sebagai anti mikroba).

Thiomersal adalah suatu zat dengan kandungan merkuri 49,6% yang terdapat dalam pelarut vaksin.

Beberapa vaksin yang mengandung merkuri antara lain vaksin DPT, DT, Hib, dan vaksin hepatitis B (vaksin yang multi dose), vaksin yang mengandung kuman hidup tidak diberi merkuri (vaksin campak, MMR, BCG).

Ada beberapa pendapat kontroversi antara : yang mendukung merkuri / thiomersal dapat menyebabkan autisme, dan beberapa pendapat yang tidak mendukung .

WHO suatu badan kesehatan dunia dalam usahanya menjawab issu keamanan vaksin mendirikan Global Advisory Committee On Vaccine Safety (GAVCS) tahun 1999 dan dalam penelitian epidemiologisnya melaporkan tidak ada hubungan antara keterlambatan perkembangan, khususnya gangguan perkembangan saraf dengan pemberian vaksin.

Sampai saat ini tidak ada bukti toksisitas merkuri pada bayi , anak, dewasa yang terpapar thimerosal dalam vaksin, dan tidak ada cukup alasan untuk mengubah jadwal imunisasi dengan vaksin yang mengandung thinerosal.

Karena itu WHO dalam anjuran imunisasi yang berkaitan dengan vaksin yang mengandung thimerosal tetap tidak berubah. (fn/sc/ii) www.suaramedia.com
Read More